www.garam.co.id.Surabaya,15 Mei 2026-Perusahaan pengolahan garam industri, PT. Sumatraco Langgeng Makmur, terus memperkuat sistem kontrol kualitas dan pengembangan produksi sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung kebutuhan industri nasional sekaligus memperluas pasar internasional. Langkah tersebut menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga standar mutu produk garam olahan agar mampu bersaing di tingkat global. Direktur PT. Sumatraco Langgeng Makmur, Nurhadi Wiyono, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas menjadi prioritas perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan garam industri yang menuntut spesifikasi tinggi untuk berbagai sektor manufaktur, pangan, hingga kebutuhan kimia industri. Menurutnya, keberhasilan sebuah perusahaan pengolahan garam tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh konsistensi kualitas produk yang dihasilkan. Oleh sebab itu, perusahaan terus melakukan pembaruan sistem produksi, pengawasan laboratorium, serta penerapan standar operasional yang lebih ketat di seluruh lini pengolahan. “Kontrol kualitas menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Kami ingin memastikan setiap produk yang keluar dari fasilitas produksi memiliki kualitas terbaik dan memenuhi standar industri nasional maupun internasional,” ujar Nurhadi Wiyono Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan garam, PT. Sumatraco Langgeng Makmur telah melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas produk. Di antaranya melalui modernisasi fasilitas produksi, peningkatan pengawasan bahan baku, serta penguatan sistem manajemen mutu yang diterapkan secara berkelanjutan. Pabrik perusahaan yang berlokasi di Surabaya juga disebut terus meningkatkan kapasitas pengolahan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang. Selain melayani kebutuhan dalam negeri, perusahaan kini mulai mengarahkan fokus ekspansi ke pasar internasional, khususnya kawasan Eropa. Salah satu langkah besar yang tengah dipersiapkan perusahaan adalah rencana ekspansi pasar ke Jerman, terutama wilayah Frankfurt, yang dinilai memiliki potensi besar bagi produk garam industri berkualitas tinggi. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Nurhadi Wiyono menjelaskan bahwa pasar Eropa memiliki standar kualitas yang sangat ketat sehingga perusahaan harus mempersiapkan seluruh aspek produksi secara matang, mulai dari kualitas bahan baku, sistem pengolahan, hingga standar pengemasan dan distribusi. “Kami melihat peluang pasar di Jerman cukup menjanjikan, terutama di wilayah Frankfurt yang menjadi salah satu pusat perdagangan dan industri di Eropa. Karena itu, perusahaan terus mempersiapkan berbagai aspek agar produk kami mampu memenuhi standar internasional,” katanya. Selain fokus pada kualitas produk, PT. Sumatraco Langgeng Makmur juga menaruh perhatian besar terhadap aspek keberlanjutan industri. Perusahaan berkomitmen menerapkan proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan guna mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat industri modern saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus memperhatikan efisiensi energi, pengelolaan limbah, serta keberlanjutan sumber daya produksi. Di sisi lain, penguatan sektor pengolahan garam nasional dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan industri dalam negeri. Kebutuhan garam industri yang terus meningkat membuka peluang besar bagi perusahaan lokal untuk meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas produksinya. Dengan pengalaman dan pengembangan yang terus dilakukan, PT. Sumatraco Langgeng Makmur optimistis mampu menjadi salah satu perusahaan pengolahan garam yang memiliki daya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun internasional. Perusahaan berharap langkah penguatan kualitas dan ekspansi pasar yang dilakukan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan industri pengolahan garam nasional serta membuka peluang lebih luas bagi produk Indonesia untuk dikenal di pasar dunia.