www.garam.co.id.Surabaya,30 Mei 2026-Di tengah meningkatnya kebutuhan garam untuk sektor pangan, industri, pengolahan makanan, hingga berbagai kebutuhan manufaktur, PT. Sumatraco Langgeng Makmur terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas produk sebagai fondasi utama pertumbuhan perusahaan. Berbasis di Surabaya, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan garam ini menilai bahwa kualitas bukan sekadar standar produksi, melainkan faktor utama yang menentukan kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Di bawah kepemimpinan Direktur, Nurhadi Wiyono, PT. Sumatraco Langgeng Makmur terus melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Mulai dari pengadaan bahan baku, proses pemurnian, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi kepada pelanggan dilakukan melalui sistem pengendalian kualitas yang ketat untuk menghasilkan produk yang konsisten dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Perusahaan yang telah menjadi salah satu pelaku industri garam nasional sejak tahun 1969 ini memiliki pengalaman panjang dalam mengelola rantai pasok garam, baik dari jaringan petani garam lokal maupun sumber bahan baku lainnya. Dukungan jaringan pemasok yang luas serta investasi pada teknologi produksi menjadi faktor penting yang memungkinkan perusahaan mempertahankan kualitas produknya di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif. Menurut Nurhadi Wiyono, kebutuhan pasar saat ini tidak hanya menuntut ketersediaan produk dalam jumlah besar, tetapi juga menuntut jaminan mutu yang konsisten. Oleh karena itu, perusahaan terus berinvestasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem pengawasan mutu, serta pengembangan teknologi produksi yang lebih modern. “Konsumen dan pelaku industri saat ini semakin selektif dalam memilih produk. Mereka membutuhkan garam yang memiliki kualitas stabil, aman digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing sektor. Karena itu, kami menjadikan kualitas sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan produksi,” ujar Nurhadi Wiyono. Sebagai perusahaan pengolahan garam yang melayani berbagai segmen pasar, PT. Sumatraco Langgeng Makmur memproduksi berbagai jenis garam konsumsi dan garam industri dengan spesifikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Produk-produk perusahaan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, industri makanan dan minuman, pengolahan pangan, peternakan, pengawetan, hingga berbagai sektor industri lainnya. Dalam menjaga standar kualitas, perusahaan juga telah menerapkan berbagai sistem manajemen mutu yang diakui secara nasional maupun internasional. Komitmen tersebut tercermin melalui penerapan standar produksi yang konsisten serta kepemilikan berbagai sertifikasi yang mendukung jaminan kualitas produk bagi pelanggan. Selain fokus pada kualitas produk, PT. Sumatraco Langgeng Makmur juga aktif memperkuat hubungan kemitraan dengan petani garam lokal. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus mendukung pengembangan industri garam nasional. Melalui kerja sama yang berkesinambungan, perusahaan berupaya menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan antara industri dan para pelaku usaha garam di berbagai daerah. Di tengah pertumbuhan kebutuhan pasar domestik yang terus meningkat, PT. Sumatraco Langgeng Makmur juga mulai menyiapkan langkah ekspansi ke pasar internasional. Salah satu target strategis perusahaan dalam beberapa tahun mendatang adalah memperluas pemasaran ke Jepang, khususnya wilayah Yokohama, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan industri penting di negara tersebut. Rencana ekspansi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan produk garam olahan Indonesia ke pasar global. Jepang dipilih karena memiliki standar kualitas yang tinggi dan kebutuhan industri yang terus berkembang, sehingga dinilai menjadi pasar potensial bagi produk-produk garam berkualitas dari Indonesia. Untuk mendukung rencana tersebut, perusahaan tengah melakukan berbagai persiapan, termasuk penyesuaian standar produksi, penguatan sistem pengendalian mutu, serta peningkatan efisiensi operasional agar mampu memenuhi kebutuhan dan persyaratan pasar internasional. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan daya saing produk nasional di tingkat global. Nurhadi Wiyono menegaskan bahwa ekspansi internasional bukan hanya tentang memperluas pasar, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan standar perusahaan secara keseluruhan. “Pasar global memberikan tantangan sekaligus peluang. Kami ingin menunjukkan bahwa industri garam Indonesia mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing dengan produk dari berbagai negara. Karena itu, setiap proses yang kami lakukan selalu berorientasi pada kualitas, konsistensi, dan kepuasan pelanggan,” katanya. Di sisi lain, perusahaan juga terus melakukan inovasi untuk meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengurangi kualitas produk. Berbagai pengembangan dilakukan pada sistem operasional, teknologi pengolahan, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja agar perusahaan dapat merespons kebutuhan pasar yang semakin dinamis. Dengan kapasitas produksi yang besar, pengalaman panjang di industri garam, serta komitmen kuat terhadap mutu, PT. Sumatraco Langgeng Makmur optimistis dapat terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan pengolahan garam terpercaya di Indonesia. Perusahaan juga meyakini bahwa kualitas yang konsisten akan menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan industri sekaligus membuka peluang yang lebih luas di pasar internasional. PT. Sumatraco Langgeng Makmur menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan kualitas produk, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan jaringan pemasaran baik di dalam maupun luar negeri. Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri garam nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen garam berkualitas di kawasan Asia.