ANEKA BERITA & ARTIKEL

Tantangan Industrialisasi Garam di Indonesia | Jual Segala Macam Garam

22 / 11 / 2017

Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang beruntung karena memiliki warisan kekayaan melimpah baik di darat maupun laut. Konsepsi negara kepulauan Indonesia diakui internasional melalui deklarasi pada Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) yang mengukuhkan eksistensi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Secara substansial berdampak pada luasnya wilayah laut yang dimiliki oleh Indonesia yang mencapai 5,8 juta km2 atau sekitar 2/3 luas wilayah Indonesia dengan panjang garis pantai sekitar sepanjang 95.181 km dan pulau sebanyak kurang lebih 17.480 pulau.

Daya dukung potensi kelautan yang luas dan fakta terdapat garis pantai yang panjang maka memungkinan Indonesia melakukan swasembada garam pun sebagai negara produsen garam terbesar di dunia.

Pengkajian komoditas garam penting untuk dilakukan karena termasuk komoditas strategis pada sembilan kebutuhan bahan pokok masyarakat. Garam tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga digunakan untuk kebutuhan industri (farmasi, pertambangan, pupuk dan lain-lain).

Problematika utama terletak dari rasio kebutuhan garam dalam negeri yang tidak sebanding dengan dengan hasil produksi nasional. Ironisnya sebagai negara maritim Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan garam dalam negeri. Berdasarkan data perhitungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan produksi garam nasional hingga akhir Oktober 2018 telah mencapai 1,94 juta ton.

Target produksi garam rakyat pada 2019 sebesar 4,5 juta ton. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pada 2016 dapat memproduksi garam rakyat 3,6 juta ton, meningkat dibandingkan dengan target tahun sebelumnya, yakni 3,3 juta ton.

Dalam tiga tahun berikutnya, target produksi garam rakyat juga akan terus. Berbagai upaya peningkatan kuantitas dan kualitas ditempuh guna memenuhi target swasembada garam industri. Pemerintah mendorong produksi garam nasional, terutama garam rakyat menjadi kualitas industri. Salah satunya, dengan memberi bantuan alat geomembrane kepada 35.000 petani garam di 40 kabupaten/kota.(Data Books, 2018).

Tuf Geomembran adalah sebuah sistem produksi garam dengan cara air laut dialirkan ke dalam kolam penampungan terlebih dahulu dilakukan filterisasi dengan menggunakan ijug sapu, batok kelapa dan batu zeolit.

Kemudian setelah air laut yang sudah disaring masuk ke dalam kolam penampungan yang sudah terlapisi plastik hitam. Perbandingan, produktivitas garam dengan menggunakan TUF Geomembran 100% jauh lebih besar daripada dengan cara tradisional yang hanya bisa menghasilkan 60-80 ton sekali panen.

Dengan teknik TUF Geomembran panen garam per hektar bisa mencapai 120-140 ton per hektar sehingga bisa dilakukan optimalisasi produksi garam.

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah mulai melakukan optimalisasi pengembangan sektor hulu produk berbasis kelautan, terutama pengembangan tambak garam rakyat.

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh KKP pada tahun 2010, Indonesia memiliki luas lahan garam potensial sebesar 37,4 ribu hektar yang dapat digunakan sebagai areal produksi garam di Indonesia.

Untuk anda yang ingin men Jual Garam Beryodium Sumatraco, jangan khawatir untuk menjadikan pilihan. Karena telah terbukti Jual Garam Beryodium Sumatraco mengandung yodium yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Selain juga tentu menguntungkan untuk anda yang ingin menjadi distributor Jual Segala Macam Garam Industri Sumatraco.

Sumatraco menjadi salah satu perusahaan yang men Jual Segala Macam Garam Industri Sumatraco yang memiliki Pabrik Garam Indonesia yang telah uji klinis dan keamanannya dan menjadi Pabrik Garam Tertua yang masih beroperasi hingga kini. Pabrik Garam Indonesia Sumatraco menJadi Sell Industrial Salt Indonesia dan tak perlu ragu untuk menjadi distributor Jual Garam Beryodium Sumatraco.

 
BERITA & ARTIKEL LAINNYA