www.garam.co.id.Surabaya,18 September 2026-Persaingan industri pengolahan garam terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk yang tidak hanya tersedia dalam jumlah memadai, tetapi juga memiliki kualitas, konsistensi, keamanan, dan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk memperkuat kemampuan produksi sekaligus membangun sistem pengendalian mutu yang lebih terukur. Di tengah dinamika tersebut, PT. Sumatraco Langgeng Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan garam dengan fasilitas produksi di Surabaya, terus memperkuat kapasitas dan kualitas produksinya. Perusahaan menempatkan mutu sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun daya saing serta menjaga kepercayaan pasar. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan perusahaan untuk mengembangkan jangkauan pasar ke tingkat internasional. Salah satu pasar yang tengah menjadi perhatian dalam rencana pengembangan bisnis PT. Sumatraco Langgeng Makmur adalah Jerman, khususnya kawasan Frankfurt, yang dinilai memiliki posisi strategis dalam jaringan bisnis, industri, dan distribusi di Eropa. Direktur PT. Sumatraco Langgeng Makmur, Nurhadi Wiyono, menilai bahwa pengembangan pasar tidak dapat dipisahkan dari kesiapan perusahaan dalam menjaga kualitas produk secara konsisten. Menurutnya, semakin luas pasar yang ingin dijangkau, semakin tinggi pula tuntutan terhadap kemampuan perusahaan dalam memenuhi spesifikasi produk, menjaga kontinuitas pasokan, serta membangun sistem produksi yang profesional. “Kualitas merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan pasar. Karena itu, penguatan produksi tidak hanya berbicara mengenai jumlah, tetapi juga bagaimana setiap proses dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten dan sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar Nurhadi Wiyono. Dalam industri pengolahan garam, kualitas bahan baku menjadi salah satu aspek penting yang menentukan karakteristik produk akhir. Garam rakyat yang berasal dari sentra produksi memiliki karakteristik yang dapat berbeda-beda, antara lain dipengaruhi kondisi air laut, metode produksi, cuaca, proses kristalisasi, hingga penanganan setelah panen. Karena itu, proses pengolahan memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah bahan baku. PT. Sumatraco Langgeng Makmur memandang proses produksi sebagai sebuah rangkaian yang saling berkaitan. Mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, pemurnian, pengeringan, pengemasan hingga distribusi, setiap tahapan membutuhkan pengawasan agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. Pendekatan tersebut sejalan dengan perkembangan industri garam nasional yang semakin menempatkan kualitas sebagai bagian penting dari daya saing. Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2026 juga menekankan bahwa hilirisasi garam nasional tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga peningkatan kualitas dan integrasi dari hulu hingga hilir. Bahkan, pemerintah menargetkan penguatan industri pergaraman nasional sebagai bagian dari agenda menuju swasembada garam pada 2027. Pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas garam melalui penguatan sarana produksi serta perbaikan manajemen di tingkat petambak. Situasi tersebut memberikan gambaran bahwa industri pengolahan garam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Produsen tidak cukup hanya memiliki kapasitas produksi, tetapi juga perlu memastikan bahwa produk mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin spesifik. Bagi PT. Sumatraco Langgeng Makmur, penguatan kualitas tidak berhenti pada pemeriksaan produk akhir. Pengendalian perlu dilakukan sejak bahan baku diterima hingga produk siap didistribusikan. Strategi tersebut penting untuk menjaga konsistensi produk sekaligus mengantisipasi variasi kualitas bahan baku. Dalam praktik industri, garam krosok sebagai bahan baku dapat memiliki tingkat kemurnian yang berbeda-beda. Proses pengolahan seperti pencucian dan evaporasi atau rekristalisasi dapat digunakan untuk mengurangi berbagai pengotor sekaligus meningkatkan kualitas bahan sesuai kebutuhan. Karena itu, kemampuan perusahaan dalam mengelola bahan baku dan mengintegrasikannya dengan proses produksi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri pengolahan garam yang berdaya saing. PT. Sumatraco Langgeng Makmur terus mengarahkan proses produksi agar berjalan secara sistematis. Pengawasan kualitas, efisiensi proses, kebersihan fasilitas, ketepatan pengolahan, hingga kesiapan distribusi menjadi bagian dari perhatian perusahaan dalam menjaga keandalan produk. Nurhadi Wiyono menegaskan, peningkatan kapasitas produksi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas. “Kami ingin penguatan produksi berjalan bersama dengan penguatan mutu. Kapasitas yang lebih besar harus diikuti sistem pengawasan yang semakin baik, sehingga perusahaan dapat menjaga konsistensi produk sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang,” katanya. Perkembangan industri garam juga tidak terlepas dari semakin kuatnya penerapan standardisasi. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2025 memberlakukan Standar Nasional Indonesia untuk garam konsumsi beriodium secara wajib. Regulasi tersebut ditujukan antara lain untuk menjamin keamanan serta mendorong persaingan usaha yang sehat, meningkatkan daya saing, efisiensi, dan kinerja industri garam konsumsi beriodium. Bagi perusahaan pengolahan garam, perkembangan regulasi tersebut menjadi dorongan untuk membangun budaya mutu secara lebih konsisten. Standar tidak lagi dipandang hanya sebagai persyaratan administratif. Lebih jauh, standardisasi menjadi bagian dari sistem kerja yang harus diterapkan dalam berbagai tahapan produksi. Hal tersebut menjadi semakin relevan ketika perusahaan mulai melihat peluang pasar internasional. Setiap negara dan pasar memiliki persyaratan serta karakteristik tersendiri. Karena itu, kesiapan perusahaan harus dibangun melalui pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan, spesifikasi produk, sistem pengendalian kualitas, serta kemampuan menjaga kontinuitas pasokan. Dalam agenda pengembangan bisnis ke depan, PT. Sumatraco Langgeng Makmur juga menyiapkan rencana ekspansi pasar ke Jerman, dengan perhatian pada kawasan Frankfurt. Frankfurt merupakan salah satu pusat ekonomi dan bisnis penting di Jerman. Bagi perusahaan yang ingin mengembangkan jaringan pasar internasional, kawasan tersebut dapat menjadi salah satu titik yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut, terutama dari sisi jaringan bisnis dan distribusi. Namun, bagi PT. Sumatraco Langgeng Makmur, rencana ekspansi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan membuka pasar baru. Lebih dari itu, ekspansi menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kesiapan industri pengolahan garam Indonesia dalam menghadapi kebutuhan pasar yang memiliki tuntutan kualitas dan konsistensi tinggi. Karena itu, perusahaan menempatkan kesiapan produksi sebagai prioritas sebelum ekspansi dilakukan. Langkah tersebut mencakup penguatan proses produksi, pengendalian mutu, kesiapan bahan baku, efisiensi operasional, serta kemampuan menjaga kesinambungan pasokan. Dengan pendekatan tersebut, ekspansi ke Frankfurt diharapkan tidak hanya menjadi agenda pemasaran, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun jaringan pasar yang lebih luas. Ekspansi ke pasar internasional tentu membutuhkan persiapan yang matang. Pasar global memiliki karakteristik yang berbeda dengan pasar domestik, baik dari sisi regulasi, spesifikasi produk, sistem logistik, maupun ekspektasi pelanggan. Di sisi lain, perkembangan industri nasional menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap garam dengan spesifikasi tertentu masih menjadi tantangan. KKP menyebut kebutuhan garam nasional diproyeksikan mencapai sekitar 5,3 juta ton pada 2029, dengan pertumbuhan sekitar 2 persen per tahun. Pada 2024, dari kebutuhan sekitar 4,8 juta ton, lebih dari 55 persen masih dipenuhi melalui impor, terutama untuk garam industri dengan spesifikasi tinggi. Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produksi saja belum cukup. Industri juga membutuhkan kemampuan untuk menghasilkan garam dengan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan sektor pengguna. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan pengolahan garam nasional. PT. Sumatraco Langgeng Makmur melihat penguatan kualitas sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas peluang pasar. Sebagai perusahaan yang menjalankan kegiatan produksi dan pengolahan garam di Surabaya, PT. Sumatraco Langgeng Makmur memiliki posisi strategis dalam rantai pasok garam olahan. Surabaya sendiri merupakan salah satu kawasan industri penting di Indonesia Timur dengan dukungan infrastruktur logistik dan jaringan perdagangan yang relatif luas. Keberadaan fasilitas produksi di kawasan tersebut menjadi salah satu modal perusahaan dalam mengembangkan kegiatan produksi dan distribusi. Namun, tantangan industri saat ini menuntut perusahaan untuk tidak berhenti pada kemampuan produksi. Perusahaan juga perlu membangun sistem yang mampu menjawab perubahan kebutuhan pelanggan. Dalam konteks tersebut, kualitas menjadi titik temu antara produksi, pemasaran, dan pengembangan pasar. Produk yang memiliki kualitas konsisten akan lebih mudah dibangun menjadi bagian dari hubungan bisnis jangka panjang. Sebaliknya, ketidakkonsistenan kualitas dapat menjadi tantangan ketika perusahaan berhadapan dengan pelanggan yang membutuhkan spesifikasi produk secara berkelanjutan. Karena itu, PT. Sumatraco Langgeng Makmur terus menempatkan kualitas sebagai bagian dari strategi perusahaan. Nurhadi Wiyono mengatakan bahwa perusahaan melihat industri garam bukan sekadar sebagai bisnis komoditas, melainkan sebagai bagian dari rantai industri yang memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor lainnya. Garam dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi maupun berbagai kebutuhan industri. Perbedaan kebutuhan tersebut membuat karakteristik produk dan spesifikasi yang diperlukan pelanggan juga dapat berbeda. Atas dasar itu, perusahaan berupaya membangun kemampuan produksi yang lebih fleksibel sekaligus menjaga konsistensi kualitas. “Pasar terus berubah. Karena itu, perusahaan harus mampu beradaptasi tanpa mengabaikan prinsip dasar, yaitu kualitas, konsistensi, dan keandalan pasokan,” jelas Nurhadi. Menurutnya, membangun daya saing tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan proses yang berkelanjutan, mulai dari penguatan sumber daya manusia, teknologi produksi, pengawasan kualitas hingga pengembangan pasar. Rencana pengembangan pasar menuju Frankfurt juga menjadi bagian dari visi PT. Sumatraco Langgeng Makmur untuk melihat peluang industri garam Indonesia dari perspektif yang lebih luas. Pasar internasional dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan produk olahan garam Indonesia sekaligus mendorong perusahaan nasional meningkatkan standar produksinya. Dalam konteks tersebut, keberhasilan industri bukan hanya diukur dari seberapa besar produk dapat dipasarkan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan membangun kepercayaan melalui kualitas dan pelayanan yang konsisten. Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong hilirisasi garam dan peningkatan nilai tambah produksi dalam negeri. Pemerintah pada 2026 menyatakan bahwa hilirisasi diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Bagi PT. Sumatraco Langgeng Makmur, peluang tersebut menjadi ruang untuk terus melakukan pembenahan. Perusahaan melihat bahwa masa depan industri garam tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga pada kemampuan mengolah bahan baku menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Dengan fasilitas produksi di Surabaya, dukungan sumber daya manusia, serta pengalaman di bidang pengolahan garam, PT. Sumatraco Langgeng Makmur terus memperkuat fondasi bisnisnya. Penguatan produksi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar yang terus berkembang. Sementara itu, pengendalian kualitas menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Rencana ekspansi pasar ke Frankfurt, Jerman, menjadi salah satu agenda yang menunjukkan arah pengembangan perusahaan menuju pasar yang lebih luas. Meski demikian, perusahaan memahami bahwa pasar internasional membutuhkan persiapan yang lebih komprehensif. Karena itu, peningkatan kualitas, kesiapan produksi, pemenuhan spesifikasi, dan penguatan sistem bisnis menjadi tahapan penting yang terus dipersiapkan. Di tengah perubahan industri yang semakin cepat, PT. Sumatraco Langgeng Makmur berupaya menjadikan kualitas bukan sekadar target produksi, melainkan bagian dari budaya perusahaan.